PBF (Pedagang Besar Farmasi) bukan sekadar gudang obat. Sebagai mata rantai distribusi, PBF wajib menjalankan CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik) agar obat sampai ke apotek/faskes dalam kondisi aman dan tertelusur.
Apa itu CDOB?
CDOB adalah standar mutu untuk seluruh proses distribusi obat — dari penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran. Tujuannya menjaga kualitas obat dan memastikan produk palsu/kedaluwarsa tidak beredar.
Kewajiban utama PBF
- Dokumentasi lengkap tiap transaksi masuk & keluar (siapa, kapan, berapa).
- Ketertelusuran batch — bisa melacak satu batch obat dari mana masuk dan ke mana disalurkan (penting saat recall).
- Penyimpanan sesuai syarat (suhu, kelembapan, area khusus obat tertentu).
- Penyaluran hanya ke pihak berwenang (apotek, klinik, PBF lain berizin).
- Pelaporan berkala sesuai ketentuan, termasuk untuk obat-obat tertentu yang diawasi.
Kenapa sistem manual berisiko
Dengan ribuan transaksi, pencatatan manual rawan salah dan sulit ditelusuri saat audit atau recall. Ketika diminta "batch X disalurkan ke mana saja?", jawaban harus cepat dan akurat.
Peran sistem digital
Software distribusi yang baik mencatat batch + ED per transaksi, menyimpan riwayat penyaluran, dan menghasilkan laporan siap audit. Ini membuat kepatuhan CDOB jauh lebih ringan dan mengurangi risiko temuan saat inspeksi.
Terkait: manajemen stok & kedaluwarsa (FEFO).
Farmalite mendukung operasional PBF
Ketertelusuran batch, dokumentasi transaksi, penyaluran ke pelanggan berizin, dan laporan siap audit — memudahkan kepatuhan CDOB.