
Pengaturan Stiker Barcode secara lengkap dan detail.
Menu ini menentukan bagaimana hasil cetak barcode produk akan tampil saat di-print.
Artinya: semua setting di sini akan langsung mempengaruhi layout saat Anda klik Cetak Barcode Produk.
Ini bukan sekadar ukuran — ini mengatur tata letak, margin, jarak, dan jumlah label dalam satu lembar atau roll.
🟦 1️⃣ FUNGSI UTAMA MENU INI #
Menu ini digunakan untuk:
✔ Menyesuaikan ukuran stiker fisik dengan printer
✔ Menentukan layout barcode dalam satu lembar
✔ Menghindari geser cetakan
✔ Menyesuaikan printer roll vs kertas A4
✔ Mengatur jarak antar label
Jika setting salah:
- Barcode bisa bergeser
- Terpotong
- Tidak sejajar dengan stiker
- Banyak kertas terbuang
🟦 2️⃣ BAGIAN UMUM #
🔹 Pengaturan Nama Lembar Stiker #
Nama template.
Contoh:
- Barcode 2×2
- Stiker 3 Kolom
- Roll 5×3
Ini memudahkan jika Anda punya beberapa jenis kertas.
🔹 Pengaturan Deskripsi Lembar Stiker #
Catatan tambahan.
Contoh:
“Digunakan untuk kertas stiker A4 2 kolom 5 baris”
🔹 Traktor atau Roll #
Jika dicentang → berarti printer tipe roll (thermal printer).
Jika tidak dicentang → diasumsikan menggunakan kertas lembar (A4).
🟦 3️⃣ PENGATURAN MARGIN #
Semua ukuran dalam inci (inch).
🔹 Tambahan Margin Atas #
Menggeser seluruh cetakan ke bawah.
Jika hasil cetak terlalu ke atas → tambahkan margin atas.
🔹 Tambahan Margin Kiri #
Menggeser cetakan ke kanan.
Jika barcode terlalu mepet kiri → tambahkan margin kiri.
🟦 4️⃣ UKURAN STIKER #
Ini ukuran satu label.
🔹 Lebar Stiker #
Lebar satu label.
Contoh: 2 inci
🔹 Tinggi Stiker #
Tinggi satu label.
Contoh: 2 inci
Jika label kecil → misal 1×1
Jika label besar → misal 3×2
🟦 5️⃣ UKURAN KERTAS #
Berbeda dengan ukuran stiker.
Ini ukuran total media cetak.
🔹 Lebar Kertas #
Contoh:
- A4 ≈ 8.27 inci
- Roll thermal 58mm ≈ 2.28 inci
🔹 Tinggi Kertas #
Contoh:
- A4 ≈ 11.69 inci
- Roll → bisa panjang bebas
🟦 6️⃣ TATA LETAK GRID #
Ini menentukan berapa banyak stiker dalam satu lembar.
🔹 Stiker dalam satu baris #
Jumlah kolom.
Contoh:
2 → berarti 2 kolom horizontal
🔹 Jarak antar dua baris #
Jarak vertikal antar label.
Jika terlalu rapat → tambahkan jarak.
🔹 Jarak antar dua kolom #
Jarak horizontal antar label.
Jika barcode menempel satu sama lain → atur ini.
🔹 Jumlah stiker per lembar #
Total label dalam satu lembar.
Contoh:
Jika 2 kolom × 5 baris → total 10
Maka isi: 10
🟦 7️⃣ CONTOH KONFIGURASI PRAKTIS #
📌 Contoh 1 – Kertas A4 Stiker 2 Kolom 5 Baris #
Ukuran label: 2 x 2 inci
Kolom: 2
Baris: 5
Total per lembar: 10
Setting:
- Lebar stiker: 2
- Tinggi stiker: 2
- Stiker dalam satu baris: 2
- Jumlah stiker per lembar: 10
📌 Contoh 2 – Printer Thermal Roll 58mm #
Lebar kertas: ±2.28 inci
Tinggi fleksibel
Centang: Traktor atau roll
Stiker dalam satu baris: 1
Jumlah stiker per lembar: sesuai kebutuhan
🟦 8️⃣ OUTPUT SAAT CETAK BARCODE PRODUK #
Saat Anda klik:
Cetak Barcode → pilih produk → print
Sistem akan:
✔ Menyusun barcode sesuai grid
✔ Mengatur jarak otomatis
✔ Mengikuti margin yang diatur
✔ Mengisi sesuai jumlah label
Jika produk 3 pcs dan label per lembar 10 → sistem akan tetap susun sesuai layout.
🟦 9️⃣ APA SAJA YANG TERCETAK? #
Biasanya barcode memuat:
- Nama produk
- SKU
- Harga (opsional)
- Barcode numerik
- Gambar barcode
Ukuran barcode otomatis menyesuaikan tinggi stiker.
🟦 10️⃣ DAMPAK KE OPERASIONAL #
Setting yang tepat akan:
✔ Menghemat kertas
✔ Mempercepat labeling produk
✔ Menghindari cetak ulang
✔ Memastikan barcode terbaca scanner
✔ Mempermudah stok opname
🟦 11️⃣ KESALAHAN UMUM YANG SERING TERJADI #
1️⃣ Tidak menyesuaikan margin printer
2️⃣ Ukuran stiker salah satuan
3️⃣ Jumlah stiker per lembar tidak sesuai
4️⃣ Jarak kolom terlalu kecil
Solusi:
Lakukan test print 1 lembar dulu.
🟦 12️⃣ KAPAN DIPERLUKAN LEBIH DARI SATU TEMPLATE? #
Jika:
✔ Ada printer roll dan A4
✔ Ada stiker kecil & besar
✔ Ada barcode harga & tanpa harga
Maka buat beberapa template.
🟦 13️⃣ RANGKUMAN FUNGSI STRATEGIS #
Menu ini:
✔ Mengontrol layout cetak barcode
✔ Menyesuaikan berbagai jenis printer
✔ Menghindari waste label
✔ Mendukung operasional retail & apotek