Agen Komisi Penjualan #
Mengelola sistem komisi/bonus sales yang terhubung ke POS & laporan penjualan #
Menu Agen Komisi Penjualan digunakan untuk membuat dan mengelola daftar agen/sales yang berhak mendapatkan komisi (bonus) dari transaksi penjualan.
Data pada menu ini akan berhubungan langsung dengan proses penjualan di POS, serta membantu penyusunan laporan kinerja sales (misalnya penjualan per agen dan nilai komisi yang dihasilkan).
Dengan adanya agen komisi, apotek bisa menerapkan sistem insentif yang rapi dan terukur sehingga:
✓ Sales lebih termotivasi mencapai target
✓ Manajemen lebih mudah memantau kontribusi per sales
✓ Perhitungan bonus lebih transparan karena datanya tercatat di sistem
Tampilan Halaman Agen Komisi Penjualan #
Di halaman utama, sistem menampilkan tabel daftar agen komisi yang sudah dibuat.

Kolom yang tampil pada tabel:
✓ Nama: nama agen/sales
✓ Email: email agen (opsional, jika digunakan untuk identitas)
✓ Nomor kontak: nomor HP/WA agen (untuk komunikasi)
✓ Alamat: alamat agen (opsional)
✓ Persentase Komisi Penjualan (%): besaran komisi agen dalam bentuk persen
✓ Tindakan: tombol aksi Edit dan Hapus
Fitur tambahan pada halaman:
✓ Tombol Tambah untuk membuat agen baru
✓ Pencarian (Cari…) untuk menemukan agen tertentu
✓ Tombol ekspor & cetak:
- Ekspor ke CSV
- Ekspor ke Excel
- Cetak
- Kolom tampak
- Ekspor ke PDF
Cara Menambahkan Agen Komisi Baru #
Klik tombol Tambah, lalu isi data agen sesuai kebutuhan.
Field yang tersedia:
✓ Awalan
✓ Nama Depan (wajib)
✓ Nama Belakang
✓ Email
✓ Nomor kontak
✓ Alamat
✓ Persentase Komisi Penjualan (%)
Setelah selesai, klik Simpan.
Penjelasan Setiap Field (Sangat Detail) #
Awalan #
✓ Digunakan untuk menambahkan sapaan di depan nama
✓ Contoh: Bpk / Ibu
✓ Bersifat opsional (boleh dikosongkan)
Nama Depan (Wajib) #
✓ Identitas utama agen yang akan muncul di tabel
✓ Wajib diisi karena menjadi nama dasar agen di sistem
✓ Contoh pengisian:
- Andi
- Sinta
- Rudi
Tips:
✓ Gunakan nama yang mudah dikenali oleh tim apotek
✓ Jika sales menggunakan nama panggilan, boleh dipakai agar mudah saat dipilih di POS
Nama Belakang #
✓ Opsional, dipakai jika ingin nama lebih lengkap
✓ Contoh:
- Pratama
- Wijaya
Jika tidak diperlukan, boleh kosong.
Email #
✓ Opsional
✓ Berguna jika apotek ingin mencatat identitas agen lebih lengkap
✓ Bisa dipakai untuk kebutuhan laporan internal (misalnya rekonsiliasi data tim sales)
Catatan:
✓ Jika tidak ada email, boleh dikosongkan
Nomor kontak #
✓ Diisi nomor HP/WA agen
✓ Berguna untuk follow-up target, koordinasi, atau monitoring performa sales
Contoh format:
✓ 08xxxxxxxxxx
Alamat #
✓ Opsional
✓ Berguna untuk pencatatan data agen (misalnya sales lapangan atau agen eksternal)
Persentase Komisi Penjualan (%) #
Ini adalah bagian paling penting.
✓ Diisi angka persen komisi yang akan menjadi dasar perhitungan bonus
✓ Contoh:
- 5 = komisi 5%
- 10 = komisi 10%
- 20 = komisi 20%
Catatan penting:
✓ Isi dalam bentuk angka saja (tanpa simbol %)
✓ Nilai ini berfungsi sebagai “aturan komisi” untuk agen tersebut
Cara Edit Agen Komisi #
Pada tabel, klik tombol Edit.

Sistem akan menampilkan pop-up Edit agen komisi penjualan (seperti pada gambar).
Di sini kamu dapat mengubah:
✓ Nama depan / belakang
✓ Email
✓ Nomor kontak
✓ Alamat
✓ Persentase komisi
Setelah selesai:
✓ Klik Simpan untuk menyimpan perubahan
✓ Klik Tutup jika batal
Cara Hapus Agen Komisi #
Klik tombol Hapus pada baris agen yang dimaksud.
Catatan:
✓ Penghapusan sebaiknya dilakukan hanya jika agen sudah tidak digunakan lagi
✓ Jika agen masih aktif dipakai di POS, lebih aman menggunakan cara “tidak digunakan lagi” (misalnya dibiarkan tetapi tidak dipilih), agar histori tetap konsisten
Hubungan Menu Agen Komisi dengan POS #
Menu ini bermanfaat karena agen yang dibuat di sini nantinya dapat dipakai saat melakukan transaksi penjualan di POS.
Manfaat saat digunakan di POS:
✓ Kasir/admin dapat menetapkan “penjualan ini milik agen siapa”
✓ Penjualan akan tercatat dan dapat ditarik menjadi laporan per agen
✓ Sistem komisi menjadi rapi karena tidak perlu hitung manual dari awal
Contoh alur penggunaan:
✓ Admin membuat agen komisi “Sales A” dengan komisi 10%
✓ Saat transaksi di POS, kasir memilih agen “Sales A”
✓ Sistem merekam transaksi tersebut sebagai penjualan agen “Sales A”
✓ Pada akhir periode, apotek bisa melihat total transaksi yang dibawa agen dan menghitung bonusnya
Hubungan Menu Agen Komisi dengan Laporan Sales #
Data agen komisi akan membuat laporan sales jauh lebih berguna, karena laporan tidak hanya “total penjualan apotek”, tetapi bisa dipecah menjadi:
✓ Penjualan per agen
✓ Kontribusi penjualan masing-masing agen
✓ Perkiraan komisi/bonus yang harus dibayarkan
✓ Evaluasi performa agen dari periode ke periode
Contoh Kasus dan Simulasi Perhitungan Komisi #
Contoh 1: Komisi 10% untuk Sales Internal #
Pengaturan:
✓ Agen: Sales Andi
✓ Komisi: 10%
Transaksi yang dibawa Andi dalam 1 minggu:
✓ Transaksi 1: Rp 1.000.000
✓ Transaksi 2: Rp 500.000
✓ Transaksi 3: Rp 2.000.000
Total penjualan Andi:
✓ Rp 1.000.000 + Rp 500.000 + Rp 2.000.000 = Rp 3.500.000
Komisi Andi (10%):
✓ 10% x Rp 3.500.000 = Rp 350.000
Manfaat:
✓ Bonus bisa dihitung cepat dan transparan
✓ Owner tinggal melihat total per agen, tidak perlu rekap manual
Contoh 2: Agen Eksternal dengan Komisi Lebih Tinggi #
Pengaturan:
✓ Agen: Sales Partner
✓ Komisi: 20%
Total penjualan sebulan:
✓ Rp 10.000.000
Komisi:
✓ 20% x Rp 10.000.000 = Rp 2.000.000
Manfaat:
✓ Apotek bisa bekerja sama dengan agen luar
✓ Sistem tetap rapi karena komisi “melekat” pada agen tersebut
Contoh 3: Dua Agen dengan Skema Komisi Berbeda #
Pengaturan:
✓ Agen A (Sales Senior): 15%
✓ Agen B (Sales Junior): 5%
Total penjualan bulan ini:
✓ Sales Senior: Rp 8.000.000 → komisi 15% = Rp 1.200.000
✓ Sales Junior: Rp 6.000.000 → komisi 5% = Rp 300.000
Manfaat:
✓ Apotek bisa membuat struktur insentif sesuai jabatan/level
✓ Kinerja tiap agen dapat dibandingkan dengan adil
Rekomendasi Praktik Terbaik #
Agar menu ini maksimal manfaatnya:
✓ Buat agen berdasarkan orang yang benar-benar bertanggung jawab membawa penjualan
✓ Gunakan komisi yang konsisten dan sudah disepakati manajemen
✓ Pastikan kasir/admin selalu memilih agen di POS (agar laporan tidak kosong)
✓ Evaluasi komisi per periode (misal bulanan) agar sistem bonus tetap sehat
✓ Gunakan export Excel/PDF untuk laporan bonus ke manajemen atau payroll
Kesimpulan #
Menu Agen Komisi Penjualan sangat berguna untuk apotek yang ingin meningkatkan kinerja sales dengan sistem bonus yang rapi.
✓ Penjualan dapat dikaitkan ke agen tertentu di POS
✓ Laporan sales menjadi lebih detail dan terukur
✓ Komisi/bonus dapat dihitung transparan dan cepat
✓ Mendukung strategi peningkatan omzet dan motivasi tim