✓ Impor Produk – Tujuan, Waktu yang Tepat, dan Panduan Lengkap #
Menu Impor Produk digunakan untuk memasukkan data master produk secara massal ke dalam sistem menggunakan file template Excel/CSV resmi dari sistem.

✓ Tujuan Impor Produk #
✓ Mempercepat input data produk dalam jumlah besar
✓ Menghindari input manual satu per satu
✓ Menjaga konsistensi data (nama, kategori, satuan, pajak, harga)
✓ Digunakan sebagai fondasi awal sebelum transaksi pembelian & penjualan
✓ Memastikan laporan stok, penjualan, dan laba rugi akurat sejak awal
✓ Kapan Sebaiknya Menggunakan Impor Produk #
✓ Saat implementasi awal sistem
✓ Saat migrasi dari sistem lama
✓ Saat memiliki ratusan hingga ribuan produk
✓ Saat menambah banyak produk baru sekaligus
✓ Saat ingin memastikan struktur data rapi sebelum operasional berjalan
➜ Jika hanya menambah 1–2 produk, input manual lebih disarankan
✓ Instruksi Wajib Sebelum Impor #
✓ Gunakan file hasil “Unduh file template” dari sistem
✓ Jangan mengubah urutan kolom
✓ Jangan menghapus kolom walaupun tidak digunakan
✓ Jangan mengubah format cell (text/number/date)
✓ Jangan menyimpan ulang ke format lain jika tidak diperlukan
✓ Urutan & Penjelasan Kolom Impor Produk #
✓ 1. Nama Produk (Wajib)
→ Nama produk yang akan muncul di sistem
✓ 2. Merek (Opsional)
→ Nama merek / pabrik
→ Jika belum ada, akan dibuat otomatis
✓ 3. Unit (Wajib)
→ Nama satuan produk
→ Harus sudah ada di master satuan
✓ 4. Kategori (Opsional)
→ Nama kategori produk
→ Jika belum ada, kategori baru akan dibuat
✓ 5. Sub Kategori (Opsional)
→ Nama sub-kategori
→ Jika tidak ditemukan, akan dibuat di bawah kategori induk
✓ 6. SKU (Opsional)
→ Kode unik produk
→ Jika kosong, sistem akan generate otomatis
✓ 7. Jenis Barcode (Opsional – Default: C128)
✓ C128
✓ C39
✓ EAN-13
✓ EAN-8
✓ UPC-A
✓ UPC-E
✓ ITF-14
✓ 8. Mengelola Stok? (Wajib)
→ 1 = Iya
→ 0 = Tidak
✓ 9. Peringatan Kuantitas (Opsional)
→ Digunakan untuk notifikasi stok menipis
✓ 10. Kadaluarsa Dalam (Opsional)
→ Angka periode kedaluwarsa
✓ 11. Satuan Periode Kadaluarsa (Opsional)
→ days
→ months
✓ 12. Pajak yang Berlaku (Opsional)
→ Wajib diisi jika harga beli berbeda antara sebelum & sesudah pajak
✓ 13. Jenis Pajak Harga Jual (Wajib)
→ inclusive
→ exclusive
✓ 14. Jenis Produk (Wajib)
→ single
→ variable
✓ 15. Nama Varian (Wajib jika variable)
→ Contoh: Ukuran, Warna
✓ 16. Nilai Varian (Wajib jika variable)
→ Dipisahkan dengan |
→ Contoh: Merah|Biru|Hijau
✓ 17. Variation SKUs (Opsional)
→ SKU tiap varian dipisahkan |
✓ 18. Harga Pembelian (Termasuk Pajak)
→ Angka saja
→ Untuk produk variabel: 84|85|88
✓ 19. Harga Pembelian (Tidak Termasuk Pajak)
→ Digunakan jika kolom 18 kosong
✓ 20. Profit Margin % (Opsional)
→ Jika kosong, sistem gunakan margin default bisnis
✓ 21. Harga Jual (Opsional)
→ Jika kosong, sistem hitung otomatis
✓ 22. Stok Awal (Opsional)
→ Untuk produk variabel gunakan |
→ Contoh: 100|150|200
✓ 23. Lokasi Stok (Opsional)
→ Nama lokasi bisnis
→ Jika kosong, lokasi pertama digunakan
✓ 24. Tanggal Kadaluarsa (Opsional)
→ Format: mm-dd-yyyy
→ Contoh: 11-25-2018
✓ 25. Aktifkan IMEI / Serial / Deskripsi (Opsional)
→ 1 = Iya
→ 0 = Tidak
✓ 26. Berat (Opsional)
✓ 27. Rak (Opsional)
→ Pisahkan dengan | per lokasi
✓ 28. Baris (Opsional)
✓ 29. Posisi (Opsional)
✓ 30. Gambar Produk (Opsional)
→ Nama file atau URL
→ Jika nama file, gambar harus sudah ada di server
✓ 31. Deskripsi Produk (Opsional)
✓ 32–35. Opsional 1–4
→ Field tambahan sesuai kebutuhan bisnis
✓ 36. Tidak untuk Dijual (Opsional)
→ 1 = Iya
→ 0 = Tidak
✓ 37. Lokasi Produk (Opsional)
→ Nama lokasi dipisahkan koma
✓ Dampak Impor Produk ke Sistem #
✓ Menentukan struktur laporan stok
✓ Menentukan laporan penjualan per kategori & merek
✓ Menentukan HPP & laba rugi
✓ Menentukan validitas transaksi POS
✓ Menentukan perhitungan pajak
➜ Kesalahan impor = laporan ikut salah
✓ Jika Salah Impor, Apa yang Bisa Dilakukan? #
✓ Produk bisa dihapus manual melalui menu Daftar Produk
✓ Penghapusan produk tidak merusak sistem
✓ Namun:
→ Jika sudah ada transaksi, hapus transaksi terlebih dahulu
→ Jika sudah dipakai di laporan, disarankan koreksi, bukan hapus
✓ Praktik Terbaik (Sangat Disarankan) #
✓ Lakukan impor percobaan 1–2 produk terlebih dahulu
✓ Periksa hasil di:
→ Daftar Produk
→ Detail Produk
→ Stok
✓ Baru lanjut impor massal
✓ Simpan backup file impor
✓ Kesimpulan #
✓ Impor Produk adalah pondasi utama sistem
✓ Gunakan hanya saat memang diperlukan
✓ Ikuti template tanpa modifikasi
✓ Pastikan data benar sebelum transaksi berjalan