Kelompok Harga Jual (Price Group) #
Kelompok Harga Jual digunakan untuk membentuk harga jual yang berbeda-beda untuk produk yang sama, tergantung jenis pelanggan, lokasi bisnis, atau skema penjualan. Fitur ini sangat penting untuk bisnis apotek, distributor, maupun retail yang memiliki harga umum, harga grosir, harga mitra, atau harga khusus pelanggan tertentu.

✅ Fungsi Utama Kelompok Harga Jual #
✔️ Menentukan harga jual berbeda untuk produk yang sama
✔️ Mengontrol harga berdasarkan pelanggan atau cabang
✔️ Digunakan langsung di Penjualan (POS) dan Penjualan non-POS
✔️ Menjadi dasar analisis margin, omzet, dan performa penjualan per segmen
✅ Penjelasan Komponen di Menu #

✔️ Nama Grup Harga Jual
→ Nama bebas sesuai kebutuhan bisnis
→ Contoh: Harga Umum, Harga Grosir, Harga Mitra Telkom, Harga Cabang A
✔️ Deskripsi
→ Menjelaskan tujuan atau target penggunaan harga
→ Contoh: Harga khusus untuk pelanggan TELKOM
✔️ Lokasi Bisnis
→ Menentukan cabang / outlet mana yang menggunakan grup harga ini
→ Satu grup bisa dipakai oleh lebih dari satu lokasi
✔️ Status Aktif / Non Aktif
→ Jika Non Aktif, maka harga tersebut tidak bisa dipilih di transaksi
→ Data tidak terhapus, hanya dinonaktifkan
✔️ Edit / Hapus
→ Edit: mengubah nama, deskripsi, atau lokasi
→ Hapus: menghapus grup harga (⚠️ disarankan hanya jika tidak dipakai produk)
✅ Keterkaitan dengan Pelanggan #
✔️ Pada master pelanggan, Anda bisa memilih Kelompok Harga Jual
✔️ Saat pelanggan tersebut bertransaksi:
→ Sistem otomatis mengambil harga sesuai kelompoknya
✔️ Tidak perlu mengubah harga manual setiap transaksi
✅ Keterkaitan dengan POS #
✔️ Di POS, kasir dapat:
→ Memilih pelanggan
→ Sistem otomatis menyesuaikan harga jual produk
✔️ Bisa juga manual memilih grup harga (jika diizinkan)
▶️ Ilustrasi Studi Kasus #
📌 Studi Kasus 1 — Apotek dengan Harga Umum & Grosir #
✔️ Produk: Paracetamol 500 mg
→ Harga beli: Rp1.000
✔️ Kelompok Harga:
→ Harga Umum: Rp1.500
→ Harga Grosir: Rp1.300
✔️ Saat transaksi:
→ Pelanggan umum → otomatis Rp1.500
→ Pelanggan grosir → otomatis Rp1.300
➡️ Produk sama, margin berbeda, sistem tetap rapi
📌 Studi Kasus 2 — Harga Khusus Mitra (seperti TELKOM) #
✔️ Produk sama dijual ke mitra korporasi
✔️ Dibuat grup: Harga Telkom
✔️ Harga lebih rendah karena kontrak
➡️ Saat pelanggan TELKOM dipilih:
→ POS langsung memakai Harga Telkom
→ Tidak mengganggu harga umum di outlet
📌 Studi Kasus 3 — Harga Cabang Berbeda #
✔️ Cabang A (biaya operasional rendah)
✔️ Cabang B (biaya operasional tinggi)
→ Dibuat:
✔️ Harga Cabang A
✔️ Harga Cabang B
➡️ Masing-masing cabang punya harga jual tanpa duplikasi produk
✅ Dampak ke Laporan & Analisa #
✔️ Laporan penjualan bisa dianalisa:
→ Per kelompok harga
→ Per pelanggan
→ Per lokasi bisnis
✔️ Membantu:
→ Analisa margin per segmen
→ Evaluasi efektivitas harga grosir vs umum
→ Menentukan strategi diskon & kontrak harga
⚠️ Catatan Penting #
✔️ Kelompok harga tidak melekat permanen ke produk
✔️ Satu produk bisa punya banyak harga
✔️ Sangat disarankan:
→ Buat grup harga sebelum setting harga massal
→ Gunakan penamaan yang konsisten & jelas