Menu Tambah Penjualan (non-POS).
Ini berbeda dengan POS, dan memang lebih “administratif” dan detail.

Saya fokus ke perbedaan struktur data dan fleksibilitasnya, belum disimpulkan dulu karena nanti ada lanjutan.
🟦 1️⃣ KARAKTER MENU INI #
Menu ini digunakan untuk:
- Penjualan by invoice
- Penjualan tempo
- Penjualan B2B
- Penjualan kerja sama
- Penjualan administrasi kantor
- Transaksi yang tidak harus real-time seperti POS
Berbeda dengan POS yang:
✔ Cepat
✔ Fokus kasir
✔ Fokus transaksi langsung
Menu ini:
✔ Lebih lengkap
✔ Lebih detail
✔ Lebih fleksibel
🟦 2️⃣ IDENTITAS TRANSAKSI #
Di sini kita bisa atur:
📍 Lokasi #
Cabang transaksi.
💰 Kelompok Harga #
Bisa pilih harga berbeda.
👤 Pelanggan (Wajib) #
Dan di sini terlihat:
Customer Due: Rp -34.500,00
Artinya:
Sistem langsung menampilkan histori hutang pelanggan.
Ini sangat penting untuk kontrol piutang.
🕒 Termin Pembayaran #
Di sini bisa atur:
- 0 hari (tunai)
- 7 hari
- 14 hari
- 30 hari
- dst
Ini fitur yang sangat penting dan jarang digunakan di POS.
Karena POS umumnya transaksi langsung lunas.
📄 Status #
Bisa:
- Draft
- Final
- Dibatalkan
Ini yang membedakan signifikan dengan POS.
🟦 3️⃣ DRAFT TRANSAKSI #
Di menu ini kita bisa:
✔ Simpan sebagai Draft
✔ Edit kembali
✔ Finalisasi nanti
✔ Koreksi sebelum disahkan
Sedangkan POS:
→ Biasanya langsung final saat bayar.
🟦 4️⃣ SKEMA FAKTUR #
Bisa pilih format invoice sesuai:
- Outlet tertentu
- Group tertentu
- Kerja sama tertentu
Biasanya digunakan untuk:
✔ B2B
✔ Corporate
✔ Distributor
🟦 5️⃣ NO FAKTUR #
Bisa:
- Otomatis
- Manual override
Di POS biasanya otomatis tanpa banyak opsi.
🟦 6️⃣ LAMPIRKAN DOKUMEN #
Ini jarang digunakan di POS.
Di sini bisa upload:
- Purchase Order
- Surat permintaan
- Kontrak
- Bukti transfer awal
Ini membuat transaksi lebih formal.
🟦 7️⃣ ORDER PENJUALAN #
Jika penjualan berasal dari:
- Sales order
- Penawaran
- Sistem lain
Bisa dikaitkan.
POS tidak punya relasi ini.
🟦 8️⃣ PERBEDAAN UTAMA DENGAN POS (DATA LEVEL) #
| Tambah Penjualan | POS |
|---|---|
| Bisa Draft | Langsung transaksi |
| Bisa Tempo | Umumnya langsung bayar |
| Bisa lampirkan dokumen | Jarang |
| Ada skema faktur | Lebih sederhana |
| Ada kontrol hutang | Lebih kasir oriented |
| Bisa edit sebelum final | Fokus cepat |
🟦 9️⃣ CONTOH KASUS PENGGUNAAN #
Kasus 1:
Apotek menjual obat ke klinik rekanan.
Bayar 14 hari.
→ Gunakan menu ini.
→ Atur termin 14 hari.
→ Status Final.
→ Masuk laporan piutang.
Kasus 2:
Penjualan ke perusahaan.
Butuh invoice resmi + lampiran PO.
→ Gunakan menu ini.
→ Upload PO.
→ Simpan draft.
→ Final setelah diverifikasi.
Kasus 3:
Penjualan retail biasa.
→ Gunakan POS.
🟦 BAGIAN 1: DETAIL ITEM PENJUALAN #

Gambar pertama menampilkan tabel produk yang dijual.
🔹 Struktur Tabel #
Kolomnya terdiri dari:
- Produk
- Kuantitas
- Harga Satuan
- Diskon
- Subtotal
- Hapus
🔹 1️⃣ Produk #
Menampilkan:
- Nama produk
- SKU
- Gambar
- Catatan tambahan (IMEI/nomor seri jika diperlukan)
Berbeda dengan POS:
Di sini tampilannya lebih administratif dan bisa diedit sebelum final.
🔹 2️⃣ Kuantitas #
Bisa:
- Tekan minus / plus
- Ketik manual
Di bawahnya terlihat stok tersedia:
Contoh:
112.00 Buah tersedia
4.00 Kaplet tersedia
Artinya sistem tetap real-time terhadap stok.
🔹 3️⃣ Lot & Kadaluarsa #
Tetap bisa memilih batch seperti di POS.
Ini penting untuk:
✔ Kontrol FEFO
✔ Audit stok
✔ Pelacakan obat
🔹 4️⃣ Harga Satuan #
Bisa diedit manual jika diizinkan.
Di sini juga ada informasi:
Harga satuan sebelumnya
Artinya:
Jika ada perubahan harga, sistem menyimpan histori.
🔹 5️⃣ Diskon Item #
Diskon bisa:
- Nominal
- Persentase
- Tetap
Berbeda dengan diskon global di bawah.
🔹 6️⃣ Subtotal #
Harga x qty – diskon.
Di bawah tabel terlihat:
Item: 2
Total: 18,989.06
Ini total sebelum diskon global / poin / pajak.
🟦 BAGIAN 2: DISKON GLOBAL #

🔹 Jenis Diskon #
- Persentase
- Nominal
Ini diskon untuk seluruh transaksi.
Contoh:
Total 18.989
Diskon 5%
→ Potong otomatis
Berbeda dengan diskon item.
🟦 BAGIAN 3: POINT REWARD (FOKUS KHUSUS) #
Ini bagian penting.
Terlihat:
Tersedia: 4087
Ditebus: (input manual)
Jumlah yang ditebus: Rp 0.00
🔹 Apa Artinya? #
Pelanggan memiliki 4.087 poin tersimpan.
Poin ini:
✔ Didapat dari transaksi sebelumnya
✔ Bisa ditukar menjadi rupiah
✔ Mengurangi total pembayaran
🔹 Cara Kerja Konversi #
Sistem memiliki rasio konversi.
Contoh 1:
1 poin = Rp 1
Pelanggan punya 4.087 poin
Nilai rupiahnya = Rp 4.087
Jika total transaksi Rp 18.989
Dan pelanggan menebus 2.000 poin:
Potongan = Rp 2.000
Total bayar = Rp 16.989
Sisa poin = 2.087
Contoh 2 (rasio berbeda):
100 poin = Rp 1.000
Berarti 1 poin = Rp 10
4.087 poin = Rp 40.870
Jika total transaksi Rp 18.989
Maka maksimal yang bisa ditebus = Rp 18.989
Sisa poin tetap tersimpan.
🔹 Kenapa Sistem Poin Lebih Aman dari Diskon? #
Karena:
✔ Tidak bisa dimainkan kasir sembarangan
✔ Otomatis tercatat
✔ Berbasis histori
✔ Bisa dibatasi maksimal penukaran
🔹 Strategi Loyalty yang Bisa Diterapkan #
Misalnya:
Setiap Rp 10.000 belanja → dapat 100 poin
Transaksi Rp 100.000
→ dapat 1.000 poin
Jika 1 poin = Rp 1
Maka pelanggan punya Rp 1.000 untuk transaksi berikutnya.
Ini mendorong pelanggan kembali.
🟦 BAGIAN 4: PAJAK PESANAN #
Bisa pilih jenis pajak tambahan.
Jika tidak ada → nol.
🟦 BAGIAN 5: CATATAN PENJUALAN #
Digunakan untuk:
- Catatan internal
- Informasi khusus
- Keterangan tambahan
Tidak selalu muncul di struk.
🟦 BAGIAN 6: RINCIAN PENGIRIMAN #
Digunakan jika transaksi tidak diambil langsung.
Fieldnya:
- Rincian pengiriman
- Alamat pengiriman
- Biaya pengiriman
- Status pengiriman
- Dikirim ke
- Pengantar pesanan
- Dokumen pengiriman
Jika ada biaya kirim → otomatis menambah total.
🟦 PERBEDAAN DENGAN POS (DI BAGIAN INI) #
POS:
✔ Fokus cepat
✔ Jarang pakai pengiriman detail
✔ Jarang pakai dokumen
Menu ini:
✔ Bisa lengkap administrasi
✔ Bisa tempo
✔ Bisa draft
✔ Bisa upload dokumen
✔ Bisa loyalty terintegrasi
✔ Cocok untuk B2B & invoice formal