🟦 PENJUALAN RESEP #
Menu ini khusus untuk transaksi obat resep.
Tidak dilakukan dari POS biasa.

Kenapa dipisahkan?
Karena transaksi resep memiliki:
- Dokter
- Validasi legal
- Skema faktur khusus
- Dokumen pendukung
- Termin pembayaran
- Jejak audit lebih ketat
🟦 1️⃣ BAGIAN ATAS – IDENTITAS TRANSAKSI #
📍 Lokasi #
Menentukan cabang yang melakukan penjualan resep.
Semua stok akan keluar dari lokasi ini.
Contoh:
Apotek Global Medicine (BL0002)
💰 Kelompok Harga #
Menentukan harga yang digunakan:
- Harga Jual Default
- Harga khusus klinik
- Harga kerja sama
Resep sering memiliki skema harga berbeda dengan penjualan umum.
👨⚕️ Dokter #
Field ini krusial.
Menunjukkan:
- Dokter peresep
- Klinik asal
- Relasi komisi (jika ada)
Contoh:
dr. Gideon Sp. JK FINAFIS
Data ini penting untuk:
- Audit medis
- Komisi dokter (jika sistem aktif)
- Pelaporan internal
👤 Input Petugas / Staff #
Menunjukkan siapa yang membuat transaksi.
🟦 2️⃣ DATA PELANGGAN #
👤 Pelanggan (Wajib) #
Resep tidak boleh anonim.
Harus jelas:
- Nama pasien
- Identitas
- Riwayat
Karena:
✔ Obat keras
✔ Riwayat terapi
✔ Kontrol pembelian berulang
➕ Tambah Pelanggan #
Jika pasien baru.
🟦 3️⃣ TERMIN PEMBAYARAN #
🕒 Termin Pembayaran #
Digunakan jika resep tidak langsung dibayar.
Contoh:
0 Hari → Tunai
7 Hari → Tempo
Ini sering terjadi pada:
- Kerja sama klinik
- Perusahaan
- Asuransi
🟦 4️⃣ STATUS TRANSAKSI #
Status: #
- Draft
- Final
Jika Final:
✔ Stok langsung berkurang
✔ Masuk laporan penjualan
🟦 5️⃣ SKEMA FAKTUR #
Skema Faktur #
Contoh:
- Faktur Apotek
- Faktur Klinik
- Faktur Perusahaan
Ini menentukan format invoice.
🟦 6️⃣ NO FAKTUR #
Bisa:
- Otomatis (jika dikosongkan)
- Manual (jika ingin override)
Biasanya biarkan otomatis agar konsisten.
🟦 7️⃣ LAMPIRKAN DOKUMEN #
Sangat penting pada resep.
Bisa upload:
- Foto resep
- Scan resep
- Dokumen pendukung
Format yang didukung:
PDF, JPG, PNG, DOC, ZIP dll.
Ini menjadi:
✔ Arsip digital
✔ Bukti legal
✔ Audit farmasi
🟦 8️⃣ ORDER PENJUALAN #
Jika resep berasal dari:
- Order sistem lain
- Booking sebelumnya
- Sistem klinik
Bisa ditautkan di sini.
🟦 PERBEDAAN DENGAN POS BIASA #
POS biasa:
- Cepat
- Tanpa validasi medis
- Tanpa dokter
- Tanpa upload resep
Penjualan Resep:
- Terstruktur
- Ada dokter
- Ada pasien wajib
- Ada dokumen
- Bisa termin
- Audit trail lebih kuat
Baik. Sekarang kita masuk ke bagian PALING KRUSIAL dalam penjualan resep, yaitu:
🔴 Prinsip Nomor R & Jasa Farmasi #
Ini yang membedakan penjualan resep dengan penjualan biasa.

Di sistem ini, setiap resep dipisahkan berdasarkan Nomor R (R-1, R-2, dst).
🟦 1️⃣ APA ITU NOMOR R? #
Nomor R = satu instruksi terapi dari dokter.
Dalam 1 lembar resep bisa ada:
- R-1 → obat tunggal
- R-2 → racikan
- R-3 → obat tambahan
- dst
Sistem memisahkan per nomor R agar:
✔ Jelas struktur resepnya
✔ Mudah dihitung jasa farmasinya
✔ Mudah dicetak di etiket
✔ Mudah diaudit
🟦 2️⃣ STRUKTUR TAMPILAN PER NOMOR R #
Setiap blok memiliki:
- Nomor R (R-1, R-2, dll)
- Note
- Jasa Farmasi
- Pencarian produk
- Daftar obat dalam R tersebut
Artinya:
Setiap R adalah satu “paket terapi”.
🟦 3️⃣ R-1 → OBAT TUNGGAL #
Contoh di gambar:
R-1 berisi:
- PANADOL COLD & FLU
Ini obat jadi, bukan racikan.
Biasanya:
- 1 produk
- Tanpa pencampuran
- Tanpa peracikan
Jasa farmasi tetap bisa dikenakan.
Contoh:
Jasa Farmasi = 3000
Artinya:
Biaya pelayanan resep untuk R-1 sebesar Rp 3.000.
🟦 4️⃣ R-2 → RACIKAN #
Ini yang sangat penting.
R-2 berisi:
- CATAPLAM FAST
- Paracetamol
- Bisa tambah obat lain
Dalam 1 nomor R bisa ada beberapa item.
Ini berarti:
Dokter menulis satu racikan.
Contoh:
R/
Paracetamol 500 mg
CTM 4 mg
Dexamethasone
M.f pulv dtd No X
➡ Itu masuk ke R-2 sebagai satu grup.
🟦 5️⃣ PRINSIP JASA FARMASI PER R #
Jasa Farmasi dihitung per Nomor R, bukan per produk.
Kenapa?
Karena:
- Racikan butuh waktu
- Racikan butuh penimbangan
- Racikan butuh pengemasan
- Racikan butuh label khusus
Jadi jika:
R-1 → obat tunggal → jasa 3000
R-2 → racikan → jasa 3000
Total jasa farmasi = 6000
🟦 6️⃣ PERBEDAAN OBAT TUNGGAL VS RACIKAN #
| Obat Tunggal | Racikan |
|---|---|
| 1 produk | Banyak produk |
| Tidak diracik | Diracik |
| Jasa standar | Jasa bisa lebih besar |
| Kemasan asli | Kemasan racik |
🟦 7️⃣ FITUR TAMBAHAN DI DALAM BLOK R #
Dalam tiap item ada:
🔹 Kuantitas #
🔹 Kemasan #
🔹 Lot & Kadaluarsa #
🔹 Diskon (jika ada) #
🔹 Subtotal #
🔹 Catatan tambahan (IMEI / info lain) #
Semua tetap terkontrol stoknya.
🟦 8️⃣ KENAPA SISTEM INI PENTING? #
Tanpa pemisahan Nomor R:
❌ Racikan dan obat tunggal tercampur
❌ Jasa farmasi tidak bisa dihitung benar
❌ Sulit dicetak sesuai format resep
❌ Sulit audit farmasi
Dengan sistem ini:
✔ Struk bisa memisahkan per R
✔ Label bisa sesuai nomor R
✔ Audit mudah
✔ Laporan resep rapi
🟦 9️⃣ CONTOH KASUS NYATA #
Resep dokter:
R/
- Panadol Cold & Flu No X
- Paracetamol 500 mg
CTM 4 mg
M.f pulv dtd No 10
Di sistem:
R-1 → Panadol
Jasa 3000
R-2 → Paracetamol + CTM
Jasa 3000
Total jasa = 6000
Total obat dihitung masing-masing.
🟦 BAGIAN 1: DISKON, REWARD, PAJAK & PENGIRIMAN #

Ini adalah layer finansial tambahan di luar obat dan jasa farmasi.
🔹 1️⃣ Jenis Diskon & Jumlah Diskon #
Di sini diskon bisa diterapkan di level transaksi (bukan per item).
Pilihan:
- Persentase
- Nominal
Contoh kasus:
Resep total Rp 100.000
Dokter kerja sama → diskon 5%
Sistem akan mengurangi total akhir.
Berbeda dengan diskon item (yang tadi di dalam R).
🔹 2️⃣ Point Reward Farmalite #
Jika pasien member dan punya poin:
- Bisa ditebus di sini
- Mengurangi total pembayaran
- Sistem otomatis potong poin
Ini mendorong:
✔ Loyalitas pasien
✔ Repeat order
✔ Program membership aktif
🔹 3️⃣ Pajak Pesanan #
Jika resep terkena pajak tambahan, bisa ditentukan di sini.
Contoh:
- PPN tertentu
- Pajak layanan tertentu
Jika “Tidak ada” → tidak ditambahkan.
🔹 4️⃣ Catatan Penjualan #
Digunakan untuk:
- Catatan internal
- Instruksi khusus
- Informasi terapi tambahan
Tidak selalu tercetak di struk (tergantung setting).
🟦 BAGIAN 2: RINCIAN PENGIRIMAN #
Ini digunakan jika resep tidak diambil langsung.
🔹 Rincian Pengiriman #
Deskripsi umum pengiriman.
🔹 Alamat Pengiriman #
Jika berbeda dengan alamat pasien.
🔹 Biaya Pengiriman #
Akan menambah total transaksi.
🔹 Status Pengiriman #
Misalnya:
- Belum dikirim
- Dalam pengiriman
- Terkirim
🔹 Dikirim ke #
Nama penerima (jika berbeda).
🔹 Pengantar Pesanan #
Bisa pilih kurir internal / staff.
🔹 Dokumen Pengiriman #
Bisa upload:
- Bukti serah terima
- Resi
- Foto pengiriman
Ini membuat transaksi resep bisa:
✔ Terintegrasi dengan delivery
✔ Tercatat untuk audit
✔ Aman untuk komplain
🟦 BAGIAN 3: TAMBAHKAN PEMBAYARAN #

Sekarang masuk ke bagian krusial: pembayaran.
🔹 Saldo di Muka #
Jika pasien punya deposit sebelumnya, akan muncul di sini.
🔹 Jumlah #
Jumlah yang dibayarkan saat ini.
Jika transaksi tempo, bisa dibayar sebagian.
🔹 Dibayarkan pada #
Tanggal pembayaran (otomatis default hari ini).
🔹 Metode Pembayaran #
Pilihan:
- Tunai
- Kartu
- Cek
- Transfer Bank
- Lainnya
- Custom Payment 1–7
Sistem fleksibel untuk berbagai metode.
🔹 Akun Pembayaran #
Menentukan kas atau bank mana yang menerima dana.
Ini penting untuk:
✔ Laporan kas
✔ Rekonsiliasi bank
✔ Audit keuangan
🔹 Catatan Pembayaran #
Untuk referensi tambahan.
🔹 Ubah Pengembalian #
Jika bayar lebih, sistem hitung otomatis kembalian.
🟦 BAGIAN 4: TOMBOL AKSI #
🔵 Simpan #
Menyimpan transaksi.
🟢 Simpan dan Cetak #
Menyimpan dan langsung cetak:
- Invoice
- Struk
- Etiket (jika sistem aktif)
🟦 CONTOH SKENARIO NYATA #
Pasien datang dengan resep racikan.
Total obat + jasa = Rp 29.989
Pasien bayar tunai Rp 30.000
Sistem:
✔ Hitung pembulatan
✔ Hitung kembalian
✔ Kurangi stok per lot
✔ Simpan dokter & pasien
✔ Arsip dokumen resep
✔ Catat kas masuk
Jika pasien bayar transfer:
✔ Masuk ke akun bank
✔ Tidak masuk kas tunai
Jika pasien tempo:
✔ Status jadi hutang
✔ Muncul di laporan piutang